20160522

Manusia Itu

Manusia itu irit
Telinga dua, dipakai satu
Lubang Hidung dua, dipakai satu
Mata dua, digunakan sebelah
Tapi,
Manusia itu tak pernah puas
Mulut satu dijadikan banyak
Wajah satu digandakan

20160507

Balada Sirkus

Saya lagi seneng-senengnya dengerin lagu Yura sealbum. Menurut saya lagu-lagunya sangat menarik, sementara yang populer di masyarakat itu sepertinya memang dia buat lebih sederhana supaya mudah dicerna masyarakat, tapi menurut saya sebagai penikmat musik sih biasa saja. Saya lebih tertarik mendengar lagu lain dialbumnya, apalagi lagu dengan bahasa sunda Kataji, asik banget. Keruh di Air Jenuh juga salah satu favorite saya. Tapi ada dua lagu yang menarik perhatian saya, yaitu Jester Suit dan Balada Sirkus.

Sebenarnya saya juga belum mencari lebih jauh tentang arti kedua lagu tersebut. Yang pasti untuk lagu Jester Suit, itu mengenai seseorang yang bekerja menggunakan baju badut yang selalu tersenyum dan menghibur banyak orang , tak penting baginya orang tau siapa dia, yang terpenting adalah orang senang karena dia. Sementara lagu Balada Sirkus menceritakan tentang seorang pemain akrobat dalam rombongan sirkus yang menaruh hati pada seorang penonton, dia tidak tahu apakah penonton itu akan datang, tapi dia tetap tampil professional.

Menurut penerawangan saya (jeng jeng), kedua lagu tersebut menggambarkan suatu perasaan yang tulus. Kadang kita mengenal orang disekitar kita yang menggunakan jester suit (kasarnya sih, senyum palsu). Saya kenal beberapa orang yang saya tau hidupnya berat, tapi dia menjadikan dirinya orang yang lucu(memang lebih lucu) untuk memuaskan dirinya karena dari pada bersedih, dia akan ikut senang bila orang lain senang. Bahkan salah satunya adalah ibu saya. Menurut saya orang yang menggunakan Jester Suit adalah orang-orang yang sangat kuat. Kalau saya pribadi tidak begitu sanggup menjalani hari dengan Jester Suit. Selain karena saya kurang lucu, tapi karena saya orang yang cenderung jujur dan tidak dapat menyembunyikan emosi dengan baik.

Maka dari itu, saya pribadi lebih kepengin menjadi pemain akrobat dalam Sirkus(kiasan). Pekerjaannya lebih dinamis (walaupun beresiko), terlatih dan bertalenta. Walaupun sebenarnya, masih jauh sifat saya untuk menjadi pemain akrobat, kadang saya menjadi orang yang baik hanya supaya terlihat baik di mata beberapa orang saja, tidak maksimal disetiap performance. Jika saya pemain akrobat betulan, mungkin saya adalah orang yang paling dekat dengan kematian hahaha...

Maka dari itu, lagu Balada Sirkus merupakan pengingat untuk saya, untuk selalu lakukan yang terbaik, tidak perlu berekspektasi teralu jauh, berlaku total di tiap hal tidak akan rugi, dan menjalankan setiap harinya sebagai orang yang tulus.

Ada quotes yang pernah saya dengar entah baca dimana, walaupun sebenarnya quotes ini bertema percintaan "seorang laki-laki itu kodratnya mengejar cinta, jadi kalau ingin segera punya pacar, jadi pribadi yg baik dan kejar cintanya sampai dapat, sementara perempuan itu kodratnya dikejar, jadi kalau ingin segera dapat jodoh, maka perbaiki diri, agar pantas untuk dikejar"
Sepertinya sih quotes ini(menurut saya) dapat dijadikan acuan untuk hal lain, berubah, menjadi pribadi yang baik supaya pantas ada di masyarakat, supaya pantas jadi teman, supaya pantas menjadi anak, supaya pantas menjadi murid, dan pengakuan itu adalah bonus. Saya pribadi sebenarnya tidak tau sudah berubah sampai dimana, dan saya juga tidak tau batas waktu yang ditentukan Allah SWT untuk saya... Dan yang bisa kita lakukan hanyalah "just keep swimming" kalau kata Dori mah... Hahahaha... Mari kita hargai orang yang sudah berhasil menjadi sosok-sosok dalam lagu Balada Sirkus dan Jester Suit disekitar kita. maap bahasannya geje... Udah lama ga nulis... Masih adakah yang membaca blog ini? Ckckck

"Jester Suit"

Here comes a new day
With the same suit
He must go to Neverland
Here comes a new day
With the same suit
With bad feeling
With bad feeling

All day long without smiling
He still couldn't entertain the children
All day long without smiling
Not to worry life's flat everyday

They don't know who I am
They should know me
They don't know who I am
They should know me
And just like I'm happy
To make them happy
People love my suit
My jester suit

All day long without smiling
He still couldn't entertain the children
All day long without smiling
Not to worry life's flat everyday

They don't know who I am
They should know me
They don't know who I am
They should know me no no
And just like I'm happy
To make them happy
People love my suit
My jester suit

I wish my face just like my suit
Never ever stop smiling at everyone
People love my suit
My jester suit

(Music)

They don't know who I am
They should know me
They don't know who I am
They should know me no no
And just like I'm happy
To make them happy
People love my suit
People love my suit
People love my suit
My jester suit
My jester suit
My jester suit
My jester suit

"Balada Sirkus"
Malam ini ku akan akrobat
Dengan hidung merah tomat
Jangan sampai terlambat
Kau sungguh siap hati hati kau terpikat

Bercinta dengan singa terlatih
Bersepeda roda satu
Menari-menari di atas tali
Ku tak takut jatuh, tak takut jatuh
Aku lebih takut jatuh tanpa dirimu

Reff:
Musikku terus berbunyi
Tubuhku terus aktraksi
Walaupun tak tahu pasti
Adakah kau datang datang malam ini

Reff II
Musikku terus berbunyi
Tubuhku terus aktraksi
Walaupun tak tahu pasti
Adakah kau akan datang, ingin kau datang
Saksikan ku di balada sirkus

Wajahku tertutup make up
Hempas tubuhku, acara ku tangkap
Hadirmu membuatku lengkap
Namun rasaku padamu tak kan pernah terungkap
Tak apa asal kau tertawa

20160421

4 Tahun Berlalu

Dua tahun berlalu sejak post terakhirku di blog ini. Tiga tahun berlalu sejak post terakhir mengenai kehidupan di dunia kampusku. Hampir empat tahun berlalu sejak aku memulai kehidupanku di dunia perkuliahan. Banyak yang berubah, banyak juga yang aku alami, baik dari segi perkuliahan, keluarga, teman, kegiatan unit, hingga kehidupan percintaan. 

Bandung kotaku telah dinobatkan sebagai kota desain. Taman-taman diperbaiki dan diperbaharui, fasilitas kota bertambah, bandung lebih bersih sekarang. Sungai di daerah rumahku bahkan dapat digunakan untuk berenang. #nuhunkangemil

Ibuku bersama lima temannya membuat online shop bersama-sama. Katanya sih untuk biaya menabung reunian di eropa. Lucu melihatnya karena mereka sedikit kerepotan dengan teknologi masa kini. Bahkan tak satupun dari mereka mengerti cara pengunaan instagram

Sekarang adikku sedang mempersiapkan diri tes masuk universitas, walaupun hanya satu universitas yang ingin is tuju, ITENAS, kampusku. Selain itu dia juga sedang rajin-rajinnya mencari uang secara online melalui DOTA. Tubuhnya semakin berotot, kalau disentuh seprti memegang batang kayu. Badannya tinggi dan mukanya semakin dewasa. Keadaan seperti itu membuatku senang karena dia terlihat seperti kakak bahkan sering disangka pacarku dan membuatku terlihat lebih muda.

Ruang disebelah toko roti dirumahku disewa oleh sebuah perusahaan laundry sepatu. Jadi rumahku tidak lagi hanya dikunjungi oleh pembeli roti, tapi juga pemilik sepatu-sepatu kotor. Dan dibagian belakang rumahku tinggal lah seekor anjing bernama Mogu sejak bulan Agustus tahun lalu. Ayahku yang mengadopsinya, dan sekarang dia menjadi anggota keluarga termuda di rumahku.

Bagaimana dengan kehidupanku? Kehidupanku dimulai dari post mengenai kampusku di blog ini. Semua kehidupanku benar-benar berubah setelah memasuki Unit Paduan Suara di Kampusku. Aku bahkan tidak mengetahui aku akan hidup dengan genre seperti ini. Kehidupan kompetisi, membaca partitur, olah vocal, latihan fisik, diet khusus penyanyi, melatih junior, benar-benar kehidupan bermusik seperti drama Nodame Cantabile yang kutonton saat SMA. Dan kalian akan bertanya-tanya sebenarnya aku ini kuliah nyanyi apa desain interior? Akupun tak tau jawabnya. 

Tapi apakah aku benar-benar meninggalkan kegiatan kuliahku? Oh, tentu tidak, aku tetap mencintai kuliahku, aku tetap senang dan selalu bersemangat menjalani setiap mata kuliah. Walaupun hasilnya memang tidak secemerlang orang lain, tapi aku bisa mempertahankan IPKku di atas 3. Memang akhirnya kuliahku sedikit terhambat karena penyakit asma yang kuderita, tapi memperpanjang masa kuliahku tidak disebabkan oleh kegiatan unit melainkan karena fisikku yang lemah. 

Kehidupan cinta? Oh ini bagian yang paling mengerikan. Percayalah. Aku tidak akan menceritakannya disini karena aku tidak ingin menyinggung berbagai macam pihak.

Apa yang kulakukan sekarang? Pertama aku akan melakukan operasi gigi besok, kedua, menghadapi sidang pra TA, ketiga, mempersiapkan konser bersama paduan suara, kempat Kerja Profesi, dan kelima mencari pundi-pundi rupiah.

Terakhir, aku baru saja pulang dari Jepang! Yeah! Aku menunggu 21 tahun 9 bulan untuk momen ini. Aku lolos seleksi menjadi salah satu chorister dalam bentuk choir ensmble (hanya 16 orang penyanyi). Kami bahkan berhasil membawa medali emas, dan berkesempatan untuk tampil di babak grandprix. Tidak banyak yang tau betapa mengerikannya berkompetisi di kota berjulukan "Kingdom of Choir" Fukushima, di Jepang ini. 

So here's the photo <3




20131126

Pergi Teralu Jauh

-by mayachan-

Selamat petang, para penghuni negeri dongeng sekalian. Aku dari dunia manusia, membawa kabar buruk. Aku diusir. Aku tidak cocok berada di sini. Sudah teralu banyak kesalahanku. Memaafkanku pun mereka tidak punya waktu.

Hai penghuni negeri dongeng yang masih setia mendengarkan aku. Realita itu pahit kalau kalian mau tau. Aku tidak bertemu pangeran tampan*, , guardianku pergi entah kemana, aku tidak bertemu kurcaci, dan tidak bertemu happy ending.

Aku tidak tau cara pulang, aku terpaksa harus bertahan di sini. Walaupun aku masih punya beruang tour guide dunia nyata yang selalu sakit perut (dia anak kost dan sering kesulitan soal makanan), Mr. Gnomehidup berukuran jumbo seberat 93kg yang selalu membantuku (dipanggil melalui sms/bbm kalau sedang tidak kuliah atau nugas = 15 menit sehari dikurangi waktu pending sms/bbm) , dan juga lelaki tampan*. Bersama mereka, hidupku "sedikit" lebih berwarna. Hanya saja mereka tidak bisa selamanya ada untukku (aku terhalang dengan kata "gengsi" dan "modus"). Aku juga bertemu dengan lelaki penebang pohon, dan si lelaku hutan (mereka sama sekali tidak menolong, walaupun keduanya kadang membuatku tertawa dan senang)

Aku menyesal pergi dari negeri dongeng. Sekarang aku harus menerima konsekuensinya dan tetap berada di sini. Aku kehilangan kakek panda (sekarang dia sudah punya cewe), si gendut fifi (sudah teralu sibuk dengan dunia perkuliahannya), si badan kekar berjiwa bayi, dan juga kehilangan si tampan pemain piano yang tidak gay.

Aku kehilangan senyumku. Aku pergi teralu jauh. Hanya si kuma yang membuatku ingat dimana aku berasal, tapi sekarang dia sudah teralu sibuk kuliah akutansi dan kehidupan berorganisasinya.

Semua kabar buruk ini berasal ketika aku bertemu dengan Nona Selalu benar. Dia putri di sini. Baik, cantik, pintar, tapi tegas, berteman dengannya adalah salah satu best partnya. Tapi dia menemukan bahwa Nona Selalu Salah adalah aku. Dia kecewa dan tidak mau berteman denganku lagi. Aku kerap kali teledor, membuat ramuan yang salah, hampir mencelakakan orang, menjatuhkan barang-barang mahal, lancang pada raja, kira-kira seperti itu kesalahanku. sisanya tidak suka padaku karena kesalahanku yang merepotkan.

Hai penghuni negeri dongeng, Doakan aku kuat ya, Doakan supaya aku menjadi Nona Selalu Salah yang lebih sering berbuat benar (aku boleh salah kadang-kadang, kan?). Doakan supaya aku tidak lupa untuk tersenyum, selalu semangat dan tidak pernah berputus asa, doakan aku bertemu pangeran yang tidak perlu tampan (bahkan tidak tampan sama sekali pun tak apa, hahaha). Doakan aku yang terbaik... terima kasih...

 *disini, yang tampan itu gay

20130324

Reason

-by mayachan-

HUA ! Udah berapa lama aku gak nge blog ?? aku aja gak inget kapan terakhir aku nge post, dan cerita apa, yang pasti kayaknya di antara teman-temanku , tinggal aku seorang yang belum bercerita tentang my collage live. Hahahaha.

So, sekedar cerita,  waktu aku masih SMP, baru keterima masuk SMA di SMAN4 Bandung, asalnya nggak ikhlas banget, why? Soalnya itu bukan SMA aku, apa daya nem tak sampai, terdamparlah aku di sana, di sebuah lokasi padat penduduk, sekolahku yang bersebelahan dengan toko plastik dan apotik, dan lautan motor di jalan raya yang dibuat oleh murid-muridnya karena tidak ada lahan parkir. Kok kesannya sedih banget, menerima kenyataan harus bersekolah di situ? Dalam ketidakikhlasanku, mama bilang " Terkadang, ketika kita terdampar di sebuah lokasi yang nggak kita suka, kaya kamu sekarang ini, bukan berarti kamu gak pantas dapat yang kamu mau, tapi mungkin tempat itu yang membutuhkan kamu buat jadi orang hebat di sana." . Dari situ aku mikir, i have to do something, yang berguna , apapun itu. Berawal dari aktif di satu ekskul wajib, selama 3 tahun, akhirnya aku menjalani 4 ekskul sekaligus, dan di masing-masing ekskul yang kujalani, aku berhasil mencatat prestasi. Haha, bukan sombong, toh prestasi yang aku buat bukan sesuatu yang penting untuk diingat, tapi setidaknya hal-hal itu yang bisa membuatku happy ada di sana, bangga pernah bersekolah di sana, dan punya banyak sahabat, lebih dari yang kupikirkan sebelumnya.

Tiga tahun berlalu sejak kata-kata itu mengalir dari mulut mama. Kejadian yang sama, terulang lagi. Aku gak diterima di universitas yang aku pilih. Membuatku terdampar di lokasi gersang, padat penduduk, lagi, kampus ITENAS Bandung, almamaterku tercinta. Aku mikir, kalo lagi ngumpul sama temen SMP atau SMA, kok kayanya univ aku tuh paling gak kece, bener-bener gak ada apa-apanya sama mereka. Aku cuman bisa berdoa, Ya Allah, kalau memang tempat ini butuh aku, dan tempat ini memang baik buat aku, Please show me!

And God always listen, doa anak terdampar ini dijawab. Berawal dari pengenalan unit, aku udah jatuh cinta sama unit yang satu ini. Tadinya aku sempat berpikir, gak usah ikut unit, kuliah doang juga pasti cape, kalo nambah masuk unit lebih cape. Di pengenalan unit itu, mereka gak banyak bercerita, mereka gak banyak promosi, suara mereka yang menggema di gedung serba guna kampus ini, cukup menjelaskan, kegiatan apa saja yang ada di sana, apa saja yang aku dapat ketika aku ada di dalamnya.

Hingga akhirnya, beberapa anak diramaikan dengan dibukannya pendaftaran untuk unit itu di buka. Dari jurusanku saat itu yang berminat banyak sekali, mereka beli formulir di Studeng Center (disingkat SC) , di sekre lantai 2. Waktu itu aku termasuk yang telat daftar, dengan alasan " gatau SC dimana (sebenernya tau) , gatau sekrenya yang mana (bolak balik ke sana pake muka memelas kayak kucing gak dikasih makan + muka anak ilang --> ekspresi favorite)." Entah jodoh entah apa, sore itu, sore yang aku lupa, hari, dan tanggalnya, pokoknya sore, aku berjalan sendirian ke sana, mencari formulir, hingga akhirnya anak malang nyaris nyasar di SC ini , dipungut sama teh Azni (waktu itu belon tau namanya). Aku beli lah formulir itu seharga 10 ribu, terus, 10 ribu lagi buat Dinda.

Jinggaswara Itenas
PSM (Paduan SuaraMahasiswa)

Ahahaha, entah kenapa, formulir seharga 10 ribu itu bisa membuat euforia tersendiri buat seorang anak yang nyaris mati nyasar di SC. Dan yang paling bikin aku happy, ketika membaca pertanyaan di formulir "pengalaman bermusik anda:" , pertanyaan paling mudah dan paling semangat aku isi. HAHAHA! Setelah itu , seharusnya aku menjalankan semacam rangkaian tes, sekedar penentu range suaraku bisa setinggi atau serendah apa. Tapi aku gak ikut, soalnya kesorean, dan masih harus nugas.

Entah jodoh entah apa, ternyata kesempatan buat kumpul, dan ambitus (pembagian range suara, Sopran (nada tinggi), Alto (nada rendahnya cewe), Tenor (Nada tingginya cowo) Bass (suara cowo macho)) susulan, masih ada (Thanks God!). Di hari itu, aku dinobatkan menjadi, anak sopran 2.

Waktu kumpul pertama, rudet, banyak banget orang, dalem hati aku mikir, kalo gini caranya, butuh seleksi alam, dan bakal perlu audisi buat tampil di acara-acara, karena , kalo nyanyi di panggung dengan anggota 100 orang lebih, namanya demo, bukan paduan suara.Kalau masuk unit, ujung-ujungnya kalah seleksi sih, sama aja buang waktu, dan ngedenger program-program dan penjelasan dari kakak-kakak dan pelatih, ini gak main-main (dalem hati : wah rame nih, haha! gak boring!)

Awal-awalnya latihannya geje abis, dari beberapa partitur yang di kasih, lagu gak beres-beres (belakangan baru tau, ternyata kakak-kakaknya sibuk ngurusin hal yang lebih penting, jadi banyak latihan tertunda). Akhirnya karena bosan, aku berinisiatif menerjemahkan partitur-partitur itu ke piano. Di piano, segalanya terasa mudah, pencet aja not apa yang diminta, hitung ketukan, sesuai partitur, gak pake fales, gak pake kehabisan nafas, dan kenyataan itu berbeda dengan bernyanyi. Akhirnya aku sadar, PSM ini bukan sekedar paduan suara, yang tampil setiap hari senin, sekedar menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, ditambah lagu wajib nasional.

Target terdekat dari situ adalah menyanyi untuk wisuda, setelah itu kompetisi Nasional di UI. Berhubung kuliah sampai sore biasanya rata-rata sekitar jam 5 an, latihan dimulai setelahnya, yang berarti, waktu nugasku berkurang, dan intesitas latihan selalu bertambah, dari seminggu sekali, seminggu 2 kali, setiap hari, di hari kerja , hingga akhirnya sabtu minggu pun latihan. Seleksi alam dimulai, bukannya tergoda untuk ikut mengundurkan diri, aku malah hepi (sainganku berkurang!) . sibuk-sibuk membagi waktu, aku lebih mementingkan kuliah dan ikut jinggas, dibandingkan ikut acara angata, atau acara di jurusanku sendiri. Membuat aku sedikit diremehkan dan dikucilkan di angkatanku, beberapa dari mereka tidak memberikan toleransi, tidak mendengarkan alasan apapun, yang mereka tau, hanya aku tidak aktif berpartisipasi di acara angkatan. Alhasil, aku berjuang untuk latihan menyanyi hingga larut, didalam pendapat buruk orang lain. Dan tidak hanya itu, aku menjalani semuanya, dalam keadaan sakit, selama sebulan, gak sembuh-sembuh. beberapa kali aku bertanya, ngapain cape-cape kayak gini?! aku jawab : gak taaauuu! pokonya maya pengen begini, latihan nyanyi sampe bisa, sampe hebat, sampe keren, biar orang lain denger!

Hari H wisuda, aku berusaha menyanyi, seolah tidak ada masalah, aku dalam keadaan sehat, semua baik-baik saja. Ada alasan kenapa aku gak bilang kalau aku sakit, aku pikir, ketika kita memiliki faktor x sebuah kelemahan yang tidak dimiliki orang lain, yang dipilih pasti orang lain kan? makanya, demi mendapatkan pengakuan, aku berusaha memberikan yang terbaik, apapun itu. Acara wisuda selesai, kami mendapat apresiasi baik. tapi bukan itu yang aku cari. Yang aku cari adalah untuk seleksi kompetisi UI.

Setelah itu latihan kami bertambah, memang kami hanya akan menampilkan 3 lagu. tapi sulit untuk kami, terutama yang angkatan 2012 , karena satu diantara lagu itu , diwajibkan menggunakan gerakkan. menyanyi sambil bergerak itu susah loh, haha, bukan kayak cherybell dan sejenisnya. Ini lebih dari itu, lebih dari sekedar hura-hura di atas panggung.

diantara banyaknya peminat, aku berhasil masuk 50 besar seleksi untuk 35 orang terpilih, dan dari 50, aku berhasil mencapai 35 orang yang masuk seleksi. Sedih memang tidak semua peserta, dan teman yang kuharap lolos seleksi, malah gak lolos. why? karena senior didahulukan, lagi pulaaa, kualitas kakak senior itu jauuuuuh dibandingkan yang 2012.

latihan demi latihan aku lewatkan dengan perasaan tidak puas, ketika aku berusaha benar, yang lain salah. Dan ternyata problemnya adalah, kakak-kakakku tersayang ini dulu, pelatihnya beda, bukan Ka Rita Sama Kak Lucy, jadi, mereka belum adaptasi, nah, kami yang 2012 ikut-ikutan kakak-kakaknya, dan Problem ini dibawa sampai ke kompetisi.

Di hari H kompetisi, kami menampilkan yang lebih buruk dari latihan. semantara, kompetisi ini sangat-sangat berarti untuk kami kedepannya. Kami hanya bisa pasrah, apapun yang terjadi kami terima.

Sore itu pengumuman akan dibacakan. Juri naik ke atas panggung, sementara kami gemetar.
Juri : Dibacain juara 1, 2, 3, nya atau 24 besaar?!
orang-orang: 24 besaaaarrr!!!!!!!!!!!
blablabla dan akhirnyaaa dibacakan lah pengumuman itu..

mungkin kami yang ke 24
24. ...
23. ...
22. ..
bukan kami...
21. ...
20. ...
mungkin kami di nomer belasan
19. ..
18. ..
17. ..
15. ..
ke berapa yah? (mulai nangis)
14. ..
13. ..
ASTAGHFIRULLOOOOOOHH!!
12.
MASUK 10 BESAR GAK YAAAAAHH?!
11. ..
Allah hu akbaaaaaaaaaaaarrr!!!
10. ..
10 BESAAAAAARR YA ALLAAHH!! (makin nangis)
9. ...
8. ..
7. ..
mungkin kami ke 6
6. ..
mungkin ke 5
5. ..
hah?!
4. ..
WHAAAAAAAAAAAAAAA 3 besaaaaaaaaaarrr!!!!!( pada teriaaak sambil nangis semua!)
3. JINGGASWARA ITENAAAS
TERIMAKAAAASIIIIHH YAAAAA ALLLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH!!!
2. UPH (kalah di modal)
1. UPI (kalah karena mereka mahasiswa jurusan musik)

Gilaaa!! baru masuk kuliah beberapa bulan udah dapet prestasi tingkat nasional, aku gaaaaak percayaa hahaaa!!!! Tapi sumpah! Hepi banget! Perjuangaan akuuu haha!! membuahkaan hasiiill!! HOREE IH WAAW!! hahaha! suuut ah.

intinya adalah, kalau memang disini jalan perjuanganku, kalau memang ini adalah alasan kenapa aku terdampar di sini, aku rela ngeluarin apa aja, hanya supaya, hidup aku ada WAWnya, Allah ngasih kesempatan aku hidup bukan untuk akhirnya mati, tapi untuk sesuatu sebelum mati. Kalau kesempatanku di sini masih ada Ya Allah, biarkan aku bermimpi di sini...


20120928

Semua Ada Waktunya

-by mayachan-

Untuk sebagian orang, jatuh cinta adalah sesuatu yang menyenangkan, mengasikan, dan menarik untuk digeluti, tapi tidak untukku. Kenapa? Mungkin karena aku teralu sering gagal. Mungkin karena aku tidak punya bakat soal itu. Atau memang mungkin, aku belum bertemu dengan yang pas denganku. Semua terasa seperti omong kosong. Harapan palsu. Sesuatu hal yang benar-benar tidak cocok untuk kumiliki atau aku rasa.

 Jadi aku sedang membicarakan tentang seorang laki-laki di depan sana. Seseorang yang  sedang bermandikan keringat sambil berlari mengejar bola plastik kecil yang bergulir lancar di lapangan futsal sore itu. Kulitnya hitam karena sering terpapar sinar matahari, tinggi namun tidak berisi, dengan sorot mata yang tajam menatap lurus ke depan, tepat ke arah seseorang berbaju kuning dengan kuda-kuda , siap menjaga gawang, kapanpun bola ditendang. Kakinya dibentangkan jauh ke belakang lalu di ayun ke depan, tepat mengenai bola yang langsung melesat cepat melewat tangan kiper berbaju kuning tadi. Gol. Riuh teriakan setelah peluit berhenti, tepat saat permainan akhirnya dihentikan. Dia berhasil lagi, membawa kemenangan untuk kampusnya. Aku berdiri di balik tiang penyangga tribun penonton sambil bertepuk tangan ditambah lompatan-lompatan kecil saking senangnya.

Nandika.. namanya Nandika. Anak sekompleks denganku, lebih tepatnya teman masa kecil. Hanya teman.. itu pun di masa lalu. Tapi aku selalu bangga padanya. Aku senang melihatnya bermandikan keringat seperti itu. Aku senang saat dia berlari cepat mengejar bola dilapangan, aku senang dia yang gigih berlatih dan selalu siap menerima tanggung jawab sebagai kapten kesebelasan. Gigih, mau berjuang, demi cita-cita dan teman perjuangan.

Seorang perempuan berambut panjang dengan kaki yang jenjang menyodorkan sebotol air mineral yang tutupnya sudah terbuka setengah. Dika menerima sambil tersenyum pada perempuan itu, lalu meminumnya, setengahnya lagi ia banjurkan ke kepalanya. Dia berkata sesuatu kepada perempuan itu, seperti menggodanya. Perempuan itu hanya tertawa ringan lalu melemparkan handuk kecil dengan kasar, lalu berjalan pergi. Dika hanya tersenyum geli lalu mengejar perempuan tadi. Aku hanya bisa tersenyum juga menyaksikan itu, mengharapkan keajaiban, aku yang menggantikan posisi perempuan ini. Jabatan yang kuimpikan, menjadi kekasih dari atlet futsal ini.

Ini sudah kebiasaanku sehari-hari, seperti seorang stalker, mengikuti gerak geriknya kemana-mana. Sayang, dia tidak pernah menyadari keberadaanku, mungkin saja tidak akan pernah. Namun, namanya juga harapan seorang pemimpi seperti aku, semua kejadian dan penantian ini aku jalani dengan pasrah. Seperti seseorang yang berjalan pelan di atas bara, padahal panas dapat menyebar dalam waktu kurang dari 2 detik. Kunikmati setiap detik, panasnya telapak kakiku menginjak bara itu, panasnya hatiku ketika aku harus cemburu pada perempuan itu, yang aku yakin, rasanya aku masih punya sopan santun lebih baik dari pada perempuan itu. Aku tidak ingin mempertanyakan, kenapa dia memilih perempuan itu.. mungkin memang disinilah aku harus berdiri, dan disanalah dia harus berdiri juga.

Aku mengikutinya dari belakang, bersembunyi di balik pohon, lalu pindah ke pohon lain supaya bisa mengikuti Nandika dari jarak yang pas tanpa menggaggunya. Dia masih bersama perempuan itu.. namun perempuan itu nampak murung dan tidak menanggapi kata-kata Nandika. Dika terus mengejar perempuan itu, hingga akhirnya perempuan itu duduk di bangku tangan. Dika berbisik sesuatu, lalu pergi. Sepertinya pergi menuju sebrang jalan. Mungkin membeli minuman untuk si perempuan.. tapi tak apa, aku ikuti saja.

Laju kakinya yang jenjang sangat cepat, hingga aku berlari kecil mengejarnya, padahal dia hanya berjalan cepat, terburu-buru malahan. Rasanya lama kelamaan dia berjalan semakin jauh hingga aku tertutup kerumunan orang lalu kehilangan punggungnya untuk beberapa detik. Aku mencarinya, menoleh, kekanan ke kiri secara cepat, menyisir jalanan, lalu menemukannya kembali. Menemukan ia berjalan di tengah jalan, hingga sebuah bus melaju menghantam tubuhnya. Menyeretnya hingga beberapa meter.

Aku hanya terpaku, diam beberapa detik dari kejauhan. Darah. Darah itu terlihat sangat segar, mengalir, membasahi aspal menjadi kemerahan. selang beberapa detik, tubuhnya sudah tertutup kerumunan dan teriakan orang-orang sekitarnya. Beberapa orang berlari ke arah bus lalu terlihat marah-marah pada supir.
Aku berlari, mendekat ke arah kerumunan orang. Dimana dia... kemana dia... apa yang akan terjadi sesudah ini?

Aku menerobos kerumunan itu, lalu mendadak sepi, rasanya seperti berpindah ke tempat lain, aku tidak bisa mendengar suara kerumunan manusia tang terlihat ricuh, hingga aku melihat sosok nandika, yang secara tiba-tiba muncul didepanku. Dia menoleh, lalu terperanjat kaget. Begitu juga aku. Berarti.. sekarang... aku dan Nandika, ada pada dunia yang sama? Apa ini keajaiban yang aku nanti? Lalu pada akhirnya Tuhan memberi aku waktu untuk bersamanya?

Aku melihatnya lagi.. secara tiba-tiba.. setelah aku melewati saat-saat menyakitkan, lalu aku mendengar teriakan banyak orang, dan melihat tubuhku yang hancur, berlumuran darah, dan sudah tidak berbentuk lagi. Aku menoleh dan mendapatinya berdiri kaku dibelakangku. Dia.. cinta pertamaku, teman semasa kecilku, yang setauku dia sudah mati beberapa tahun lalu karena kecelakaan lalu lintas, tertabrak bus dan terpental beberapa meter. Sekarang aku melihatnya lagi, entah bagaimana caranya. Atau aku sudah mati? dan berada di dunia yang sama dengannya?